Rabu, 03 Juni 2015

Mesin Bubut Standar dan Perlengkapannya

Oleh : Hari Kristianto,S.T.
SMK Mikael Surakarta 


Pada sesi ini akan dipelajari materi sebagai berikut : 

01. Fungsi dan Prinsip Kerja Mesin Bubut Standar,
02. Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Standar,
03. Perlengkapan Mesin Bubut Standar
04. Ukuran/Spesifikasi Mesin Bubut Standar
05. Bor Senter (Centre Drill),
06. Mata Bor (Twist Drill)
07. Kontersing (Counttersink),
08. Konter Bor (Counter Bore)
09. Rimer Mesin (Reamer Machine),
10. Kartel (Knurling)
11. Pahat Bubut
12. Klasifikasi Pahat Bubut
13. Geometris Pahat Bubut
14. Kerusakan pada pahat bubut

1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta diklat dapat:

1. Menjelaskan fungsi mesin bubut standar
2. Menjelaskan fungsi bagianbagian utama mesin bubut
3. Mengoperasikan bagianbagianutama mesin bubut
4. Menjelaskan fungsi perlengkapan mesin bubut
5. Menggunakan perlengkapan mesin bubut

2. Deskripsi


Mesin bubut standar, merupakan salahsatu jenis mesin bubut yang paling banyak digunakan pada bengkel bengkel pemesinan baik itu diindustri manufaktur, lembaga pendidikan kejuruan dan lembaga diklat atau pelatihan. Pertimbangannya adalah jenis mesin bubut ini memiliki bentuk yang relatif sederhana, ukurannya tidak terlalu besar, praktis meggunakannya dan simpel bentuknya. Contoh salahsatu model mesin bubut standar yang umum digunakan dapat dilihat pada (Gambar 1.1).

Gambar 1.1. Mesin bubut standar

3. Uraian Materi

Materi yang akan dibahas sebagai berikut.

a. Fungsi dan Prisip Kerja Mesin Bubut Standar
b. Bagianbagian Utama Mesin Bubut Standar
c. Perlengkapan Mesin Bubut Standar
d. Ukuran/Spesifikasi Mesin Bubut Standar

3.1 Fungsi dan Prinsip Kerja Mesin Bubut Standar

Pada prinsipnya mesin bubut standar memiliki fungsi yang sama dengan jenis mesin bubut lainnya, yaitu untuk: membubut muka/facing, rata lurus dan bertingkat, tirus, mengalur, memotong, mengulir, membentuk/mengebor, memperbesar lubang, mengkartel,mereamer dll. Contoh ilustrasi fungsi mesin bubut standar dapat dilihat pada (Gambar 1.2a)


Gambar 1.2a. Ilustrasi fungsi mesin bubut standar

Sedangkan prinsip kerjanya adalah: Spindel mesin berputar membawa benda kerja dan alat potong bergeser mendekati/ menjahui cekam,dan akan terjadi pemotongan/ penyayatan jika putaran benda kerja berlawanan arah dengan mata sayat alat potong dengan sudut kebebasan tertentu. Ilustrasi terjadinya pemotongan pada proses pembubutan, dapat dilihat pada (Gambar 1.2b)

Gambar 1.2b. Ilustrasi terjadinya pemotongan pada proses pembubutan

Dari penjelasan berbagai fungsi dan prisip kerja mesin bubut standar diatas, dengan menggunakan berbagai tekni proses pembubutandapat menghasilkan beberapa produk sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Beberapa contoh produk hasil pembubutan dapat dilihat pada (Gambar 1.3).

Gambar 1.3. Beberapa contoh produk hasil pembubutan

Untuk dapat menghasilkan berbagai jenis produk sebagaimana gambar diatas, mesin bubut standar/senter harus memiliki bagianbagian utama dan dilengkapi dengan beberapa perlengkapan mesin yang berfungsi sebagi alat pendukung pada saat proses pembubutan.

3.2 Bagian - bagian Utama Mesin Bubut Standar

Masing masing bagian utama mesin bubut standar memiliki nama dan fungsi masingmasing. Beberapa nama bagian utama mesin bubut standar dan fungsinya adalah sebagai berikut:

1) Kepala Tetap (Head Stock)

Kepala tetap (head stock), terdapat spindle utama mesin (Gambar 1.4) yang berfungsi sebagai dudukan beberapa perlengkapan mesin bubut diantaranya: cekam (chuck), cekamkollet (collet chuck) , senter tetap (dead centre), atau pelat pembawa rata (face plate) dan pelat pembawa berekor (driving plate). Alat alat perlengkapan tersebut dipasang pada spindel mesin berfungsi sebagai pengikat atau penahan benda kerja yang akan dikerjakan pada mesin bubut (Gambar 1.5).


Gambar 1.4. Kepala tetap, tampak spindel utama mesin


Gambar 1.5. Kepala tetap, terpasang cekam (chuck)

Konstruksi kepala tetap didalamya terdapat beberapa susunan system mekanik, pada bagian sisi samping kiri kepala tetap pada umumya terdapat system mekanik penggerak utama mesin berupa roda pully dan sabuk V (V belt) yang dihubungkan dengan motor penggerak untuk memutar poros spindel. Selain itu juga terdapat system mekanik pengatur putaran mesin dan kecepatan pemakanan (feeding) berupa beberapa roda pully dan sabuk V (V belt) atau berupa susunan beberapa buah roda gigi (Gambar 1.6).


Gambar 1.6. System penggerak dan pengatur putaran mesin/ kecepatan pemakanan dengan roda pully dan sabuk V

Selain itu pada kepala tetap, terdapat gear box yang berisi susunan system transmisi mekanik berupa beberapa komponen diantaranya: roda gigi berikut poros tumpuannya, lengan penggeser posisi roda gigi dan susunan mekanik lainnya yang berfungsi atau digunkan sebagai pengatur kecepatan putaran mesin, kecepatan pemakanan dan arah pemakanan (Gambar 1.7). Susunan system transmisi mekanik tersebut, dihubungkan dengan beberapa tuas/ handel dibagian sisi luar bagian depannya, yang rancangan atau didesainnya dibuat sedemikan rupa agar seorang operator mudah dan praktis untuk menjanggkau dalam mengatur dan merubah tuas/ handel tersebut sesuai dengan kebutuhan pengopersian berdasarkan tuntutan pekerjaan.


Gambar 1.7. Gear box pada kepala tetap

Setiap mesin bubut dengan merk atau prabrikan yang berbeda, pada umumnya memiliki posisi dan konstruksi tuas/ handel yang berberbeda pula walaupun pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama. Contoh pada jenis mesin bubut standar "Celtic 14”, dapat memperoleh putaran mesin yang berbedabeda apabila hubungan diantara roda gigi diadalamnya diubahubah menggunakan tuas pengatur kecepatan putaran yaitu "A” (kerja tunggal) dan "B” (kerja ganda). Putaran cepat (tinggi) biasanya dilakukan pada kerja tunggal, yaitu diperlukan untuk pembubutan dengan tenaga ringan atau pemakanan kecil (finising), sedangkan putaran lambat dilakukan pada kerja ganda. yaitu diperlukan untuk membubut dengan tenaga besar dan sayatan tebal (pengasaran). Sedangkan tuas "C dan D” berfungsi mengatur kecepatan putaran transportir yang berhubungan dengan kehalusan pembubutan dan jenis ulir yang akan dibuat (dapat dilihat pada pelat tabel pembubutan dan ulir).

2)  Kepala Lepas (Tail Stock)

Kepala lepas (tail stock) (Gambar 1.8), digunakan sebagai dudukan senter putar (rotary centre), senter tetap, cekam bor (chuck drill) dan mata bor bertangkai tirus yang pemasanganya dimasukkan pada lubang tirus (sleeve) kepala lepas. Senter putar (rotary centre) atau senter tetap dipasang pada kepala lepas dengan tujuan untuk mendukung ujung benda kerja agar putarannya stabil, sedangkan cekam bor atau mata bor dipasang pada kepala lepas dengan tujuan untuk melakukan proses pengeboran. Setelah kepala lepas dikencangkan, untuk dapat melakukan dorongan senter tetap/senter putar pada saat digunakan untuk menahan benda kerja atau melakukan pengeboran pada kedalaman tertentu, kepala lepas dilengkapai roda putar (Gambar 1.9) yang disertai sekala garis ukur (nonius) dengan ketelitian tertentu, yaitu antara 0,01 s.d 0,05 mm.


Gambar 1.8. Kepala Lepas dan fungsinya


Gambar 1.9. Roda Putar pada kepala lepas

Kepala lepas memiliki ketinggian sumbu senter yang sama dengan sumbu senter kepala tetap dan dalam penggunaannya dapat digeser sepanjang alas (bed) dengan cara mengendorkan baut pengikatnya. Selain itu, konstruksi kepala lepas terdiri dari dua bagian yaitu alas dan badan yang diikat dengan dua buah baut yang terletak pada sisi kanan dan kiri bodinya, dengan tujuan agar dapat
digeser untuk keperluan mengatur kesepusatan dengan sumbu senter kepala tetap yaitu untuk keperluan proses pembubutan lurus dan pengeboran, atau tidak sepusat dengan sumbu kepala tetap yaitu untuk keperluan proses pembubut tirus.

3) Alas/Meja Mesin (Bed machine)

Alas/meja mesin bubut (Gambar 1.10), digunakan sebagai tempat kedudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan pada waktu pembubutan. Bentuk alas/meja mesin bubut bermacam macam, ada yang datar dan ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Selain itu, alat/meja mesin bubut memilki permukaannya yang sangat halus, rata dan kedataran serta kesejajaranya dengan ketelitian sangat tinggi, sehingga gerakan kepala lepas dan eretan memanjang diatasnya pada saat melakukan penyayatan dapat berjalan lancar dan stabil sehingga dapat menghasilkan pembubutan yang presisi. Apabila alas ini sudah aus atau rusak, akan mengakibatkan hasil pembubutan yang tidak baik atau sulit mendapatkan
hasil pembubutan yang sejajar.

Gambar 1.10. Alas/ bed mesin




4) Eretan (Carriage)

Eretan (carriage),terdiri dari tiga bagian/ elemen diantaranya: (1). Eretan memanjang (longitudinal carriage)terlihat pada (Gambar 1.11a), berfungsi untuk melakukan gerakan pemakanan arah memanjang mendekati atau menajaui spindle mesin, secara manual atau otomatis sepanjang meja/alas mesin dan sekaligus sebagai dudukan eretan melintang. (2). Eretan melintang (cross carriage) terlihat pada (Gambar 1.11b), berfungsi untuk melakukan gerakan pemakanan arah melintang mendekati atau menjaui sumbu senter, secara manual/otomatis dan sekaligus sebagai dudukan eretan atas. (3). Eretan atas (top carriage) terlihat pada (Gambar 1.11c), berfungsi untuk melakukan pemakanan secara manual kearah sudut yang dikehendaki sesuai penyetelannya.
Jika dilihat dari konstruksinya, eretan melintang bertumpu pada eretan memanjang dan eretan atas bertumpu pada eretan melintang. Dengan demikian apabila eretan memanjang digerakkan, maka eretan melintang dan eretan atas juga ikut bergerak/bergesar bersama-sama.

Gambar 1.11. Eretan (carriage) memanjang, melintang dan atas 

Untuk mengatur dan melakukan besarnya pemakanan dan mengatur panjang pemakanan pada saat melakukan proses pembubutan, dapat diatur menggunakan skala garis ukur (nonius) yang memiliki ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya (Gambar 1.12). Pada umumnya untuk eretan memanjang memilki ketelitian skala garis ukurnya lebih kasar jika dibandingkan dengan ketelitian skala garis ukur yang terdapat pada eretan memanjang, yaitu antara 0,1 s.d  0,5 mm  dan untuk eretan melintang antara 0,01 s.d 0,05 mm. Skala garis ukur (noniuos) ini diperlukan untuk dapat mencapai ukuran suatu produk dengan toleransi dan suaian yang terdapat pada gambar kerja.

Gambar 1.12. Nonius pada roda pemutar eretan memanjang & melintang 

Terjadinya gerakan secara otomatis eretan memanjang dan eretan melintang, karena adanya poros pembawa dan poros transportir yang dihubungkan secara mekanik dari gear box pada kepala tetap menuju gear box mekanik pada eretan (apron). Pada gear box mekanik eretan, dihubungkan melalui transmisi dengan beberapa tuas/ handel dan roda pemutar yang masing memilki fungsi yang berbeda.

5) Poros Transportir  dan Poros Pembawa

Poros transportir (Gambar 1.13a) adalah sebuah poros berulir berbentuk segi empat atau trapesium dengan  jenis ulir whitworth (inchi) atau metrik (mm), berfungsi untuk membawa eretan pada waktu pembubutan secara otomatis, misalnya pembubutan arah memanjang/melintang dan ulir. Poros transporter untuk mesin bubut standar pada umumnya kisar ulir transportirnya antara dari 6 ÷ 8 mm.

Poros pembawa (Gambar 1.13b) adalah poros yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan dalam proses pemakanan secara otomatis.


Gambar 1.13. Poros transporter dan proros pembawa eretan

6) Tuas/Handel
Tuas/ handel pada setiap mesin bubut dengan merk atau pabrikan yang berbeda, pada umumnya memiliki posisi/ letak dan cara penggunaan berbeda. Maka dari itu, didalam mengatur tuas pada setiap melakukan proses pembubatan harus berpedoman pada tabel-tabel petunjuk pengaturan yang terdapat pada mesin bubut tersebut.  Contoh posisi tuas-tuas pengatur kecepatan putar, feeding, penguliran dan pengubah arah pemakanan, dapat dilihat pada (Gambar 1.14)

 Gambar 1.14. Contoh posisi tuas-tuas pengatur kecepatan putar, feeding, penguliran dan pengubah arah pemakanan

7) Pemegang Pahat Bubut (Tools Post)
Pemegang atau penjepit pahat Pahat bubut (Tools Post), digunakan untuk memegang atau menjepit pahat bubut pada saat melakukan proses pembubutan. Bentuknya atau modelnya secara garis besar ada dua macam yaitu, pemegang pahat bubut standar dan pemegang pahat bubut dapat disetel (justable tool poss).

Pengertian pemegang pahat bubut standar adalah, didalam mengatur ketinggian pahat bubut harus dengan memberi ganjal sampai dengan ketinggiannya tercapai dan pengencangan pahat bubut dilakukan dengan dengan cara yang standar, yaitu dengan mengencangkan baut-baut yang terdapat pada bagian atas pemegang pahat. 

Pemegang pahat bubut standar, jika dilihat dari model dudukannya terdapat dua jenis yaitu, dudukan pahat bubut jumlah satu dan empat. Beberapa contoh pemegang pahat bubut standar dapat dilihat pada (Gambar 1.15). Pemegang pahat bubut dengan dudukan satu, hanya dapat digunakan untuk mengikat/menjepit pahat bubut sebanyak satu buah, sedangkan pemegang pahat bubut dengan dudukan empat dapat digunakan untuk mengikat/menjepit pahat bubut sebanyak empat buah sekaligus, sehingga pada saat proses pembubutan membutuhkan beberapa bentuk pahat bubut akan lebih praktis prosesnya jika dibandingkan menggunakan pemegang pahat bubut dudukan satu. 


Gambar 1.15. Beberapa contoh pemegang pahat standar

  • Pemegang Pahat Bubut Dapat disetel (Justable Tooll Post)

Pengertian pemegang pahat bubut dapat disetel adalah, didalam mengatur ketinggian pahat bubut dapat disetel ketinggiannya tanpa harus member ganjal pada bagian bawahnya, karena pada bodinya sudah terdapat dudukan rumah pahat yang konstruksinya disertai kelengkapan mekanik yang dengan mudah dapat disetel atau diatur ketinggian pahat bubutnya, dengan cara mengendorkannya.

Jenis pemegang pahat bubut dapat disetel, jika dilihat dari  konstruksi dudukan rumah pahatnya terdapat dua jenis yaitu, pemegang pahat bubut dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah dan pemegang pahat bubut dapat disetel dengan dudukan rumah lebih dari satu/ multi.


Gambar 1.16. Beberapa contoh pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah

Gambar 1.17. Beberapa jenis pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat lebih dari satu
Untuk jenis pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah, karena hanya terdapat dudukan rumah pahat satu buah apabila ingin mengganti jenis pahat yang lain harus melepas terlebih dahulu rumah pahat yang sudah terpasang sebelumya. Sedangkan untuk jenis pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat lebih dari satu (multi), pada rumah pahatnya dapat dipasang dua buah atau lebih rumah pahat, sehingga apabila dalam proses pembubutan memerlukan beberapa jenis pahat bubut  akan lebih mudah dan praktis dalam menggunakannya, karena tidak harus melepas/membongkar pasang rumah pahat yang sudah terpasang sebelumnya.

3.3 Pelengkapan Mesin Bubut Standar

Untuk mendukung berbagai proses pembubutan, mesin bubut standar terdapat beberapa jenis alat perlengkapan diantaranya: alat pencekam/ pengikat, alat pembawa, alat penahan/penyangga dan alat bantu pada saat melakukan proses mengebor. ]
1) Alat Pencekam/Pengikat Benda Kerja
Alat pecekam benda kerja digunakan untuk mencekam atau mengikat benda kerja agar posisinya tepat dan kuat, sehingga pada saat dilkukan proses pemotongan posisinya tidak berubah dan stabil. Alat jenis ini terdapat beberapa macam diantaranya :

  • Cekam (Chuck)
Cekam adalah salah satu alat perlengkapan mesin bubut yang fungsinya untuk menjepit/mengikat benda kerja pada proses pembubutan. Jenis alat ini apabila dilihat dari gerakan rahangnya dapat dibagi menjadi dua jenis    yaitu, cekam sepusat (self centering chuck) dan cekam tidak sepusat  (independent chuck). Pengertian cekam sepusat adalah, apabila salah satu rahang digerakkan maka  keseluruhan rahang yang terdapat pada cekam akan bergerak bersama-sama menuju atau menjaui pusat sumbu. Maka dari itu, cekam jenis ini sebaiknya hanya digunakan untuk mencekam benda kerja yang benar-benar sudah silindris. 

Cekam jenis ini rahangnya ada yang berjumlah tiga  (3 jaw chuck) , empat (4 jaw chuck) dan enam (6 jaw chuck) seperti yang terlihat pada (Gambar 1.18). 


Gambar 1.18. Cekam rahang tiga, empat dan enam sepusat (self centering chuck)

Sedangkan pengertian cekam tidak sepusat adalah, masing-masing rahang dapat digerakkan menuju/ menjaui pusat dan rahang lainnya tidak mengikuti. Maka jenis cekam ini sebaiknya hanya digunakan untuk mencekam benda-benda yang tidak silindris atau tidak beraturan, karena lebih mudah disetel kesentrisannya dan juga dapat digunakan untuk mencekam benda kerja yang akan dibubut eksentrik atau sumbu senternya tidak sepusat. Jenis cekam ini pada umumnya memilki rahang empat, dan beberapa contoh cekam rahang empat tidak sepusat (independent chuck)  dapat dilihat pada (Gambar 1.19).


Gambar 1.19. Beberapa contoh cekam rahang empat tidak sepusat (independent chuck)

Untuk jenis cekam yang lain, rahangnya ada yang berjumlah dua buah yang diikatkan pada rahang satu dengan yang lainnya, tujuannya agar rahang pada bagian luar dapat dirubah posisinya/ dibalik sehingga dapat mencekam benda kerja yang memiliki diameter relatif besar (Gambar 1.20). Caranya yaitu dengan  melepas baut pengikatnya, baru kemudian dibalik posisinya dan dikencangkan kembali. Hati-hati dalam memasang kembali rahang ini, karena apabila pengarahnya tidak bersih, akan mengakibatkan rahang tidak tidak sepusat dan kedudukannya kurang kokoh/ kuat.


Gambar 1.20. Cekam dengan rahang dapat dibalik posisi rahangnya.

Selain jenis cekam yang telah disebutkan diatas, masih ada jenis cekam lain yang juga sering digunkan pada proses pembubutan yiatu cekam yang memiliki rahang dengan bentuk khusus. Cekam jenis ini, digunakan untuk mengikat benda kerja yang memrlukan pengikatan dengan cara yang khusus (gambar 1.21).


 Gambar 1.21. Cekam dengan rahang bentuk khusus


Sebagimana telah diuraikan diatas, cekam pada saat digunakan harus dipasang pada spindel mesin. Cara pemasangannya tergantung dari bentuk dudukan/pengarah pada spindel mesin dan cekam. Keduanya harus memilki bentuk yang sama, sehingga bila dipasangkan akan stabil dan presisi kedudukannya. Bentuk dudukan/ pengarah pada spindel pada umumnya ada dua jenis yaitu, berbentuk ulir dan tirus (Gambar 1.22). Contoh cekam sepusat dan cekam tidak sepust terpasang pada spindel mesin, dapat dilihat pada (Gambar 1.23). 


Gambar 1.22. Dudukan spindel mesin bubut bentuk ulir dan tirus


Gambar 1.23. Contoh cekam sepusat dan tidak sepusat terpasang pada spindel mesin

  • Cekam Kolet (Collet Chuck)
Cekam kolet adalah salahsatu kelengkapan mesin bubut yang berfungsi untuk menjepit/mencekam benda kerja yang memilki  permukaan relatif halus dan berukuran kecil. Pada mesin bubut standar, alat ini terdapat tiga bagian yaitu: kolet (collet), dudukan/ rumah kolet (collet adapter) dan batang penarik (draw bar) terlihat pada (Gambar 1.24). Bentuk lubang pencekam pada kolet ada tiga macam diantaranya, bulat, segi empat dan segi enam (Gambar 1.25).

 Gambar 1.24. Beberapa contoh cekam kolet dengan batang penarik

Gambar 1.25. Beberapa contoh bentuk kolet

Pemasangan kolet dengan batang penarik pada spindel mesin bubut harus dillakukan secara bertahap yaitu: 

1). Pasang dudukan/rumah kolet pada spindel mesin (kedua alat harus dalam keadaan bersih). 
2). Pasang kolet pada dudukan/rumah kolet (kedua alat dalam keadaan bersih) dan  
3). Pasang batang penarik pada sipindel dari posisi belakang, selanjutnya kencangkan secara perlahan dengan memutar rodanya kearah kanan atau searah jarum sampai kolet pada posisi siap digunakan untuk menjepit/mengikat benda kerja (kekencangannya hanya sekedar mengikat kolet) - (Gambar 1.26). 

Bila kolet akan digunakan, caranya setelah benda kerja dimasukkan pada lubang kolet selanjutnya kencangkan hingga benda kerja terikat dengan baik (Gambar 1.27) 

Gambar 1.26. Pemasangan kolet pada spindel mesin bubut


Gambar 1.27. Pemasangan benda kerja pada kolet


2) Alat Pembawa  

Alat pembawa pada mesin bubut, digunakan untuk membawa benda kerja agar ikut berputar bersama spindel mesin. Yang termasuk alat pembawa pada mesin bubut adalah, pelat pembawa dan pembawa (lathe doc).

        a) Pelat Pembawa 

Jenis pelat pembawa ada dua yaitu, pelat pembawa permukaan bertangkai (driving plate) danpelat pembawa permukaan rata (face plate) - (gambar 1.28). Konstruksi pelat pembawa berbentuk bulat dan pipih, berfungsi untuk memutar pembawa (lathe-dog) sehingga benda kerja yang terikat akan ikut berputar bersama spindel mesin (Gambar 1.29).

Gambar 1.28. Pelat pembawa permukaan bertangkai dan pelat pembawa rata


Gambar 1.29. Contoh penggunan pelat pembawa bertangkai dan rata

Untuk jenis pembawa permukaan rata (face plate)  selain digunakan sebagai pembawa lathe dog, alat ini juga dapat digunakan untuk mengikat benda kerja yang memerlukan pengikatan dengan cara khsus (Gambar 1.30).


Gambar 1.30. Contoh pengikatan benda kerja pada pelat pembawa


        b) Pembawa (Late-dog)
Pembawa (late-dog) pada mesin bubut secara garis besar ada dua jenis yaitu, pembawa berujung lurus dan pembawa berujung bengkok. Fungsi alat ini adalah untuk membawa benda kerja agar ikut berputar bersama spindel mesin.
Gambar 1.31. Contoh beberapa macam pembawa  (late-dog) berujung lurus

Gambar 1.32. Contoh beberapa macam pembawa  (late-dog) berujung bengkok
Didalam penggunaannya, pembawa berujung lurus digunakan berpasangan dengan plat pembawa permukaan bertangkai (Gambar 1.33) dan pembawa berujung bengkok digunakan berpasangan dengan plat pembawa beralur atau cekam mesin (Gambar 1.34). Caranya benda kerja dimasukkan kedalam lubang pembawa, kemudian diikat/dijepit dengan baut yang ada pada pembawa tersebut, sehingga akan dapat berputar bersama-sama dengan spindel mesin. Pembubutan dengan cara ini dilakukan apabila dikehendaki membubut menggunakan diantara dua senter. 


Gambar 1.33. Penggunaan pembawa berujung lurus
Gambar 1.34. Penggunaan pembawa berujung bengkok
3) Alat Penyangga/ Penahan Benda Kerja
Penyangga/penahan benda kerja adalah salah satu alat pada mesin bubut yang digunakan untuk menyangga atau menahan benda kerja yang memilki ukuran relatif panjang. Benda kerja yang berukuran panjang, pada saat dilakukan proses pembubutan jika tidak dipasang alat penyangga, kemungkinan hasil diameternya akan menjadi elips/oval, tidak silindris dan tidak rata karena terjadi getaran akibat lenturan benda kerja. Penyangga/ penahan  pada mesin bubut standar ada dua macam yaitu, penyangga tetap (steady rest)dan penyangga jalan (follow rest)
  
         a) Penyangga/Penahan Tetap (Steady Rest)

Penggunaan penyangga/penahan tetap, dipasang atau diikat pada alas/meja mesin, sehingga kedudukannya dalam keadaan tetap tidak mengikuti gerakan eretan. Contoh beberapa macam bentuk penyangga/penahan tetap dapat dilihat pada (Gambar 1.35) dan contoh penggunaannya dapat dilihat pada (Gambar 1.36)


Gambar 1.35. Contoh beberapa macam bentuk penyangga/penahan tetap



Gambar 1.36. Contoh penggunaan penyangga tetap

  
         b) Penyangga/Penahan Jalan  (Follower Rest)


Penggunaan penyangga jalan, pemasangannya diikatkan pada eretan memanjang sehingga pada saat eretannya digerakkan maka penyangga jalan mengikuti gerakan eretan tersebut. Contoh beberapa macam bentuk penyangga/ penahan jalan dapat dilihat pada (Gambar 1.37) dan contoh penggunaannya dapat dilihat pada (Gambar 1.38)


Gambar 1.37. Contoh beberapa macam bentuk penyangga jalan


Gambar 1.38. Contoh penggunaan penyangga jalan


4) Senter Mesin Bubut

Senter mesin bubut digunakan untuk mendukung benda kerja yang akan dibubut agar tidak terjadi getaran atau stabil, yang posisi pemasangannya pada kepala lepas. Bahan/ material senter mesin bubut terbuat dari bahan baja paduan yang dikeraskan dan bahkan pada ujung senternya ada yang disisipkan dari bahan jenis carbida agar lebih tahan terhadap gesekan. 

Terdapat dua jenis senter mesin bubut, yaitu senter tetap/ mati (dead centre) yang posisi ujung senternya diam tidak berputar pada saat digunakan dan senter putar (rotary centre) yang posisi ujung senternya selalu berputar pada saat digunakan. Contoh beberapa jenis senter tetap dapat dilihat pada (Gambar 1.39) dan Contoh beberapa jenis senter putar dapat dilihat pada (Gambar 1.40)

Gambar 1.39. Contoh beberapa jenis senter tetap (dead centre)


Gambar 1.40. Contoh beberapa jenis senter putar (rotary centre) 

Kedua jenis senter ini, pada bagian ujung tirusnya (yang berfungsi sebagai penahan benda kerja) memiliki sudut 60°. Sedangkan pada bagian tangkainya, juga berbentuk tirus yang pada umumnya menggunakan standar tirus morse dengan nomer 2 s.d 5 (tergantung ukuran mesinnya). Contoh pemasangan senter tetap dan senter putar pada kepala lepas dapat dilihat pada (Gambar 1.41), dan contoh penggunaan senter putar pada mesin bubut dapat dilihat pada (Gambar 1.42).

 
Gambar 1.41. Contoh pemasangan senter tetap dan senter putar pada kepala lepas



Gambar 1.42. Contoh penggunaan senter putar pada mesin bubut


5) Cekam Bor (Drill Chuck)

Cekam bor (drill chuck) adalah salahsatu alat bantu pencekam/ pengikat alat potong pada proses pembubutan diantaranya untuk mencekam/ mengikat: senter bor (centre drill), mata bor (twist drill),rimer (reamer), konterbor (counter bore), dan kontersing (counter sink). Jika dilihat dari system pecekaman/ pengunciannya, alat tersebut ada dua jenis yaitu, cekam bor dengan kunci (Gambar 1.43) dan cekam bor tanpa kunci (keyless chuck drill) - (Gambar 1.44).


Gambar 1.43. Cekam bor dengan pengunci


Gambar 1.44. Cekam bor tanpa pengunci (Keyless chuck drill)

Cara menggunakan cekam bor dengan kunci adalah, untuk mengencangkan mulut rahangnya harus dibantu dengan alat bantu yaitu kunci cekam bor. Sedangkan untuk cekam bor tanpa kunci caranya menggunakannya adalah, untuk mengencangkan mulut rahangnya tidak menggunakan alat bantu kunci cekam bor, cukup hanya memutar rumah rahangnya dengan tangan.

Penggunaan kedua alat ini pada mesin bubut, harus dipasang pada kepala lepas (Gambar 1.45), dan contoh pengeboran pada mesin bubut dapat dilihat pada (Gambar 1.46)


Gambar 1.45. Pemasangan cekam bor pada kepala lepas


 Gambar 1.46. Contoh pengeboran pada mesin bubut

3.4 Ukuran/ Spesifikasi Mesin Bubut Standar

Spesifikasi mesin bubut standar termasuk jenis mesin bubut lainnya, yang paling utama ditentukan oleh seberapa panjang jarak antara ujung senter kepala lepas dan ujung senter kepala tetap dan tinggi jarak antara pusat senter dengan meja mesin (Gambar 1.39). Misalnya panjang mesin 2000 mm, berarti eretan memanjangnya hanya dapat digerakkan/ digeser sepanjang 2000 mm. Untuk tinggi mesin bubut, misalnya 250 mm, berarti mesin bubut tersebut hanya mampu membubut benda kerja maksimum berdiameter 250 x 2= 500 mm. 

Namun demikian ada beberapa mesin bubut standar, yang pada mejanya didesain berbeda yaitu pada ujung meja didekat spendel mesin/ kepala tetap konstruksi dibuat ada sambungannya, sehingga pada saat membubut benda kerja berdiameter melebihi kapasitas mesin sambungan mejanya tinggal melepas (bedah perut). 


 Gambar 1.47. Spesifikasi utama mesin bubut

Untuk pembelian mesin bubut standar yang baru data spesifikasi lainnya harus lengkap, karena apabila tidak lengkap secara keseluruhan bisa saja mesin mesin bubut yang dibeli tidak memiliki spesifikasi yang standar atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contoh data spesifiksi  mesin bubut dari salah satu pabrikan mesisn bubut secara lengkap dapat dilihat pada (Tabel 1.1).  

Tabel 1.1. Contoh data spesifikasi mesin bubut 


Video Pemesinan : 


5 komentar:

  1. Terimakasih, salam kenal artikelnya sangat bermanfaat ijin share ya pak

    BalasHapus
  2. Kepada Yth,
    Purchasing / Bag Import
    Di tempat

    Mohon maaf sebelumnya jika e-mail kami ini mengganggu aktifitas Bapak/Ibu.

    Dengan hormat,
    Perkenalkan kami dari FAS Logistics Freight Forwarder yang melayani pengiriman barang import,
    LCL / FCL, resmi/ legal serta peminjaman Perusahaan/ Undername ke seluruh Indonesia dan Kami
    mempunyai Agent-Agent di Eropa dan Asia sehingga kami bisa mengerjakan import borongan dan
    resmi dengan harga Ex-Work , FOB, C&F Dan CIF.

    FAS Logistics kami bisa menangani impor barang-barang sabegai berikut :
    Mesin Baru/Bekas, Alat Berat, Besi/Baja, Pompa, Genset, Mainan, Alat Kesehatan ( ALKES ),
    Electronics, Spare Part, Textile, Garment, Alas kaki, Accessories, Keramik Ubin, Chemical, Makanan dan barang Cargo lainnya.

    Adapun Produk-Produk jasa yang kami tawarkan via laut dan udara Sbb :

    Jasa Customs clearance Laut & Udara
    Jasa Import Borongan Under Name ( All-In )
    Jasa Import Ex-work langsung
    Jasa Import Under Name
    Jasa Import Door To door service
    Jasa Domestics Darat, Laut Dan Udara

    FAS logistics kami bisa Membantu Customer yang sudah terlanjur mengirim barang tetapi ada
    kendala di kepabeanan disebabkan karena legalitas Impor / lartas impor tidak lengkap dan barang
    tidak bisa diproses, maka kami memberi solusi dengan sistim kerja Borongan / All-In

    Wilayah Kerja Import borongan undername;

    Air Port Bandara Soekarno Hatta ( Cengkareng )
    Port Tanjung Priok ( Jakarta )
    Port Tanjung Perak ( Surabaya )
    Port Tanjung Emas ( Semarang )
    Port Panjang ( Lampung )
    Port Boombaru ( Palembang )
    Port Belawan ( Medan )

    Untuk biaya pengurusan Barang impor borongan, dapat kami talangin terlebih dahulu dan setelah
    barang keluar dari pabean / setelah adanya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang ( SPPB ) baru dilakukan Pembayaran ke kami sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
    Sebagai bahan pertimbangan kami lampirkan Jasa Customs Clearance impor dengan rincian sebagai berikut:


    Jika ada yang mau ditanyakan mengenai impor jangan segan-segan untuk menghubungi kami.

    Demikianlah penawaran ini kami ajukan,besar harapan kami bisa kerja sama dengan perusahaan
    Bapak/Ibu dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih



    Best Regards

    Fajri Adi (Mr)
    Mobile / WA : +6282110193009

    PT. FITRA ANISA SEJATI
    Ruko Tanjung Mas B1-32
    Jl. Tanjung Barat Raya, Jagakarsa
    Jakarta Selatan 12530 Indonesia
    Phone : +62(21) 2278 5569
    Fax : +62(21) 2278 4522
    Email : fajriadi.faslogistics@gmail. com
    adi@fas-logistics.com

    Area lampiran

    BalasHapus
  3. Terima kasih sudah share ilmunya, boleh Tau kelanjutan materi Nomor 5-14? Soalnya disini Hanya sampai materi Nomor 4 saja

    BalasHapus